WWW.INSTAGRAM.COM
Balqis Humaira on Instagram: "Waktu gue buka handphone, algoritma di media sosial ngelempar 2 berita yang letaknya sebelahan, tapi jarak realitanya lebih jauh dari bumi ke neraka lapis ke 7. Di layar 1, gue ngelihat foto seekor anjing K-9 milik kepolisian. Anjing pelacak gagah yang kerja di SCBD, kawasan paling mentereng di Jakarta, yang biaya perawatannya tembus 15.000.000 per bulan. Di layar 1 lagi, ada berita dari Malang yang ngabarin kalau ada ribuan manusia ribuan, gaes!—yang rame-rame kena gangguan jiwa, gila, hilang ingatan, murni karena tekanan ekonomi. Gue natap 2 layar itu lama banget sampai mata gue perih, dan di detik itu gue sadar 1 kenyataan yang paling bikin mual: di republik ini, kewarasan ribuan manusia yang kelaparan harganya ternyata jauh lebih murah dari biaya makan seekor anjing peliharaan aparat. Coba lo diam sebentar dan resapi angka 15.000.000 itu. Angka itu 3 kali lipat lebih gede dari UMR Jakarta yang cuma di kisaran 5.000.000. Kita semua tahu, gaji 5.000.000 di Jakarta itu ibarat hukuman mati yang ditunda. Lo bayangin jutaan manusia, bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak muda yang tiap jam 5 subuh udah harus desak-desakan di gerbong KRL kayak pepes ikan. Mereka berdiri dempet-dempetan nyium bau keringat orang lain, nyampe kantor dimaki-maki bos, disuruh kerja kayak kuda, pulang malam dengan punggung mau patah, cuma buat bawa pulang duit 5.000.000. Dan duit itu langsung menguap hari itu juga buat bayar kosan sempit, beli token listrik, dan nutupin utang warung. Sementara si anjing di SCBD ini? Dia hidup kayak raja. Dia nggak bakal pernah tahu rasanya jantung mau copot pas dapet notifikasi tagihan pinjol. Dia nggak perlu pusing mikirin harga beras yang makin nggak ngotak. Makanannya bergizi tinggi, tidurnya di ruang ber-AC, kalau dia sakit dikit aja dokter hewan spesialis langsung datang. Di saat 1 anjing dapet fasilitas VVIP senilai 15.000.000, di kawasan yang sama mungkin ada office boy atau tukang sapu yang buat beli susu anaknya aja harus ngorbanin jatah makannya sendiri selama 3 hari. Lanjut ⬇️"
1,444 likes, 47 comments - balqishumaira77 on August 3, 2026: "Waktu gue buka handphone, algoritma di media sosial ngelempar 2 berita yang letaknya sebelahan, tapi jarak realitanya lebih jauh dari bumi ke neraka lapis ke 7. Di layar 1, gue ngelihat foto seekor anjing K-9 milik kepolisian. Anjing pelacak gagah yang kerja di SCBD, kawasan paling mentereng di Jakarta, yang biaya perawatannya tembus 15.000.000 per bulan. Di layar 1 lagi, ada berita dari Malang yang ngabarin kalau ada ribuan manusia ribuan, gaes!—yang rame-rame kena gangguan jiwa, gila, hilang ingatan, murni karena tekanan ekonomi. Gue natap 2 layar itu lama banget sampai mata gue perih, dan di detik itu gue sadar 1 kenyataan yang paling bikin mual: di republik ini, kewarasan ribuan manusia yang kelaparan harganya ternyata jauh lebih murah dari biaya makan seekor anjing peliharaan aparat. Coba lo diam sebentar dan resapi angka 15.000.000 itu. Angka itu 3 kali lipat lebih gede dari UMR Jakarta yang cuma di kisaran 5.000.000. Kita semua tahu, gaji 5.000.000 di Jakarta itu ibarat hukuman mati yang ditunda. Lo bayangin jutaan manusia, bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak muda yang tiap jam 5 subuh udah harus desak-desakan di gerbong KRL kayak pepes ikan. Mereka berdiri dempet-dempetan nyium bau keringat orang lain, nyampe kantor dimaki-maki bos, disuruh kerja kayak kuda, pulang malam dengan punggung mau patah, cuma buat bawa pulang duit 5.000.000. Dan duit itu langsung menguap hari itu juga buat bayar kosan sempit, beli token listrik, dan nutupin utang warung. Sementara si anjing di SCBD ini? Dia hidup kayak raja. Dia nggak bakal pernah tahu rasanya jantung mau copot pas dapet notifikasi tagihan pinjol. Dia nggak perlu pusing mikirin harga beras yang makin nggak ngotak. Makanannya bergizi tinggi, tidurnya di ruang ber-AC, kalau dia sakit dikit aja dokter hewan spesialis langsung datang. Di saat 1 anjing dapet fasilitas VVIP senilai 15.000.000, di kawasan yang sama mungkin ada office boy atau tukang sapu yang buat beli susu anaknya aja harus ngorbanin jatah makannya sendiri selama 3 hari. Lanjut ⬇️".