https://www.instagram.com/reel/DdkRMl4Snbc/?stkn=a3puZmkzODRzdDFl
https://www.instagram.com/reel/DdkRMl4Snbc/?stkn=a3puZmkzODRzdDFl
WWW.INSTAGRAM.COM
negeri para begundal2.0 on Instagram: "JAKARTA – Aksi dugaan arogansi, kekerasan fisik, dan pungutan liar (pungli) yang melibatkan oknum anggota kepolisian kembali terjadi. Kali ini, sebuah insiden menimpa rombongan pengendara yang membawa mobil bermuatan tinggi. Selain mendapatkan perlakuan kasar, korban juga dipaksa membayar denda tilang fantastis yang dialihkan ke rekening pribadi sang oknum. Peristiwa bermula saat rombongan yang terdiri dari empat mobil melintas di jalanan. Karena kondisi jalanan, mereka tidak menyadari adanya petugas yang memberikan isyarat untuk berhenti. Oknum polisi tersebut kemudian melakukan pengejaran dan berhasil mengadang dua mobil dari rombongan tersebut. Bukannya melakukan penindakan sesuai prosedur baku, oknum petugas dilaporkan langsung bertindak arogan dengan merampas kunci mobil secara paksa. Situasi semakin memanas ketika oknum tersebut melakukan kontak fisik dengan mendorong sopir dan nyaris melayangkan pukulan. Spontan, tindakan kasar tersebut sempat memicu respons defensif dan perlawanan dari pihak pengendara. Pasca-ketegangan tersebut, kedua mobil langsung diamankan dan dikandangkan oleh petugas. Namun, kejanggalan besar terjadi pada proses penyelesaian pelanggaran. Mobil pertama akhirnya dilepaskan setelah petugas melakukan penilangan resmi terhadap Surat Izin Mengemudi (SIM) sopir. Sementara itu, nasib berbeda dialami oleh mobil kedua. Rombongan dipaksa membayar uang sebesar Rp1,1 juta agar kendaraan mereka bisa dibebaskan. Ironisnya, alih-alih memberikan slip tilang resmi atau mengarahkan pembayaran melalui Virtual Account negara (BRIVA), oknum polisi tersebut justru memerintahkan korban untuk mentransfer uang denda langsung ke nomor rekening pribadinya. . . . #polisi #percumalaporpolisi #breakingnews #viral #fyp"
757 likes, 166 comments - negeriparabegundal2.0 on September 21, 2026: "JAKARTA – Aksi dugaan arogansi, kekerasan fisik, dan pungutan liar (pungli) yang melibatkan oknum anggota kepolisian kembali terjadi. Kali ini, sebuah insiden menimpa rombongan pengendara yang membawa mobil bermuatan tinggi. Selain mendapatkan perlakuan kasar, korban juga dipaksa membayar denda tilang fantastis yang dialihkan ke rekening pribadi sang oknum. Peristiwa bermula saat rombongan yang terdiri dari empat mobil melintas di jalanan. Karena kondisi jalanan, mereka tidak menyadari adanya petugas yang memberikan isyarat untuk berhenti. Oknum polisi tersebut kemudian melakukan pengejaran dan berhasil mengadang dua mobil dari rombongan tersebut. Bukannya melakukan penindakan sesuai prosedur baku, oknum petugas dilaporkan langsung bertindak arogan dengan merampas kunci mobil secara paksa. Situasi semakin memanas ketika oknum tersebut melakukan kontak fisik dengan mendorong sopir dan nyaris melayangkan pukulan. Spontan, tindakan kasar tersebut sempat memicu respons defensif dan perlawanan dari pihak pengendara. Pasca-ketegangan tersebut, kedua mobil langsung diamankan dan dikandangkan oleh petugas. Namun, kejanggalan besar terjadi pada proses penyelesaian pelanggaran. Mobil pertama akhirnya dilepaskan setelah petugas melakukan penilangan resmi terhadap Surat Izin Mengemudi (SIM) sopir. Sementara itu, nasib berbeda dialami oleh mobil kedua. Rombongan dipaksa membayar uang sebesar Rp1,1 juta agar kendaraan mereka bisa dibebaskan. Ironisnya, alih-alih memberikan slip tilang resmi atau mengarahkan pembayaran melalui Virtual Account negara (BRIVA), oknum polisi tersebut justru memerintahkan korban untuk mentransfer uang denda langsung ke nomor rekening pribadinya. . . . #polisi #percumalaporpolisi #breakingnews #viral #fyp".
·5 Views ·0 Anteprima
BSA Team https://bsa.team