WWW.INSTAGRAM.COM
MAKASSAR INFO on Instagram: "Tangis pecah dari warga Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) saat menunjukkan lahan milik keluarganya yang diduga diserobot oleh aktivitas pertambangan PT Riota Jaya Lestari (RJL), Kamis (23/7/2026). Padahal, di lokasi yang sebelumnya ditanami cengkeh dan merica, ada sekitar 15 hektar yang telah di tanami warga mengaku kini hanya tersisa beberapa pohon cengkeh yang masih berdiri. Menurut pengakuan warga, lahan tersebut dulunya menjadi sumber penghidupan keluarga. Selain ditanami cengkeh, kawasan itu juga dimanfaatkan untuk berkebun. Namun, setelah aktivitas pertambangan berlangsung, sebagian besar tanaman disebut telah hilang. "Dulu di sini penuh pohon cengkeh semua. Tapi kita lihat sekarang sudah hancur punya Aji, kalian enak nikmati hasilnya," ucap Daeng Sadar sambil menangis menunjukkan lokasi lahan keluarga yang di serobot perusahaan tersebut. Bahkan dia juga mengaku, kesal dengan perusahaan yang seenaknya melakukan aktivitas, sementara tiap tahunnya pihaknya keluarga telah melakukan pembayaran pajak. "Baru-baru lagi kita bayar pajak. Dan kenapa sudah tanah yang tidak ada isinya kita masih bayar pajak. Kita sudah mati kelaparan, orang lain yang nikmati," keluh di hadapan pihak kepolisian. Warga mengaku telah berulang kali meminta penyelesaian atas persoalan lahan tersebut, termasuk mengharapkan adanya kejelasan mengenai status lahan maupun ganti rugi. Hingga kini, mereka berharap sengketa tersebut dapat diselesaikan melalui jalur hukum maupun mediasi yang melibatkan seluruh pihak terkait. Gimana menurut kalian kaks? #makassarinfoku #sahabatinformasiharianmu"
5,715 likes, 159 comments - makassarinfoku on July 25, 2026: "Tangis pecah dari warga Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) saat menunjukkan lahan milik keluarganya yang diduga diserobot oleh aktivitas pertambangan PT Riota Jaya Lestari (RJL), Kamis (23/7/2026). Padahal, di lokasi yang sebelumnya ditanami cengkeh dan merica, ada sekitar 15 hektar yang telah di tanami warga mengaku kini hanya tersisa beberapa pohon cengkeh yang masih berdiri. Menurut pengakuan warga, lahan tersebut dulunya menjadi sumber penghidupan keluarga. Selain ditanami cengkeh, kawasan itu juga dimanfaatkan untuk berkebun. Namun, setelah aktivitas pertambangan berlangsung, sebagian besar tanaman disebut telah hilang. "Dulu di sini penuh pohon cengkeh semua. Tapi kita lihat sekarang sudah hancur punya Aji, kalian enak nikmati hasilnya," ucap Daeng Sadar sambil menangis menunjukkan lokasi lahan keluarga yang di serobot perusahaan tersebut. Bahkan dia juga mengaku, kesal dengan perusahaan yang seenaknya melakukan aktivitas, sementara tiap tahunnya pihaknya keluarga telah melakukan pembayaran pajak. "Baru-baru lagi kita bayar pajak. Dan kenapa sudah tanah yang tidak ada isinya kita masih bayar pajak. Kita sudah mati kelaparan, orang lain yang nikmati," keluh di hadapan pihak kepolisian. Warga mengaku telah berulang kali meminta penyelesaian atas persoalan lahan tersebut, termasuk mengharapkan adanya kejelasan mengenai status lahan maupun ganti rugi. Hingga kini, mereka berharap sengketa tersebut dapat diselesaikan melalui jalur hukum maupun mediasi yang melibatkan seluruh pihak terkait. Gimana menurut kalian kaks? #makassarinfoku #sahabatinformasiharianmu".